Rabu, 24 Juli 2013

Kecanggihan Desain Bandara Udara Ngurah Rai, Kota Denpasar Bali

Bandara Ngurah Rai Bali pada saat ini sedang melakukan pengembangan Terminal Internasional. Proyek pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai ditargetkan bisa menampung 25 juta penumpang per tahun. Proyek Bandara Ngurah Rai direncanakan selesai pada Juni 2013, sehingga nantinya bisa digunakan untuk mendukung acara APEC Oktober mendatang di Nusa Dua Bali.

Bandara Ngurah Rai sebelum dipugar hanya berkapasitas 6 hingga 7 juta penumpang namun kapasitasnya dipaksakan hingga 13,5 juta penumpang per tahun. Dengan selesainya Pengembangan Terminal Internasional tersebut maka bisa menampung 25 juta penumpang,

Bandara Ngurah Rai yang baru tersebut dirancang dengan arsitektur Bali, nantinya setelah beroperasi akan memiliki sistem dan perlengkapan ke-bandarudaraan tercanggih di Indonesia mengalahkan bandara internasional Soekarno Hatta Cengkareng.

Bandara Ngurah Rai nantinya mempunyai sistem security, bagasi check in terbaik di Indonesia, bahkan mengalahkan Bandara Soekarno Hatta.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa setelah direnovasi, Bandara Ngurah Rai di Denpasar akan bisa menampung pesawat superjumbo Airbus A380. Menurut Dahlan, Bandara Ngurah Rai akan menjadi bandara pertama di Indonesia yang dirancang agar bisa melayani pesawat dan penumpang Airbus A380.

“Bandara pertama yang bisa ditempati Airbus 380 double decker. Ruang tunggunya harus besar. Pesawat muat 600-an,” tutur Dahlan.

Untuk bisa menerima Airbus A380, PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai menggandeng Bukaka Group untuk memasang avio bridge yang sesuai untuk Airbus A380. Avio bridge ini nantinya bisa digunakan di upper deck dan lower deck Airbus A380.

Menurut Direktur PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo, pengembangan dan renovasi Bandara Ngurah Rai akan selesai pada bulan Agustus, sebelum KTT APEC yang akan diadakan di Nusa Dua. Tommy juga menjelaskan, secara desain Bandara Ngurah Rai hanya menyediakan satu avio bridge dan ruang tunggu khusus Airbus A380. Tapi ini bisa difungsikan untuk pesawat lain jika tidak ada penerbangan Airbus A380.

“Belum ada maskapai yang konfirm tapi bandara sudah disiapkan untuk A380,” tambahnya.

Setelah pengembangan selesai, Bandara Ngurah Rai akan memiliki 12 avio bridge, namun untuk landasan pacu tetap 3.000 meter.

Foto-foto pengembangan Bandara Udara Internasional Ngurah Rai:




\






Sumber: 
Skyscapercity.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar